My Bannerz

Sunday, 19 February 2012

Letter For My Future Husband

Dear my future husband:-
Assalamualaikum...
Apa khabar imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur kerana dapat menatap kembali fananya hidup ini.
Sudahkah air wudhuk menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini telah kau genggam?
Wahai calon suamiku, 
Tahukah engkau betapa Allah mencintaiku dengan dahsyatnya?
Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa agar aku lebih bijak menyingkapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.
Namun kini aku tahu jawapannya.
Allah tahu dimana tempat yang paling tepat untuk aku senantiasa kembali mengingati-Nya kembali mencintai-Nya.
Ujian demi ujian InsyaAllah membuatku lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu..
Bakal suamiku,
Entah dimana dirimu sekarang.
Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. 
Aku yakin kini Dia tengah melatihmu menjadi mujahidyang tangguh, sehingga aku pun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesolehanmu.
Semoga sama halnya dirimu.
Kerana apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau dapati.
Aku masih haus dengan ilmu.
Namun dengan berbekalkan ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keredhaan Allah dan dirimu,suamiku.
Wahai bakal suamiku,
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan ibuku, tak lain doaku agar menjadi anak solehah, agar kelak dapat menjadi tanbungan keduanya di akhirat.
Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu, tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.
Aku harap begitu juga dirimu.
Aku yakin kaulah yang kuperlukan, meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan.
Bakal suamiku yang dirahmati Allah,
Apabila sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan ku namai dengan gubuk derita.
Kerana itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih..
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, 
bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Taala.
Bunga akan indah pada waktunya iaitu ketika kemekaran menghiasi taman.
Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku..
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik.
Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak..
Bakal suamiku,
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata.
Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Itu yang kini kuhadapi.
Kelak saat kita bersama disitulah kau memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Bakal suami ku..
Doaku selalu..
Agar Allah Memudahkan Jalanmu Untuk Menjemputku Sebagai Bidadarimu..
Semoga Allah selalu menjagamu, agar keimananmu tetap teguh, agar kau dapat mempersembahkan dirimu seutuhnya untukku..
Seperti halnya aku yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya hanya untukmu..

Sampai disini sahaja ya wahai bakal suamiku,
Salam cintaku untukmu..
Semoga Allah menyatukan hati kita dalam ikatan yang halal lagi suci..
InsyaAllah,,sama-sama kita doakan ya wahai bakal suamiku..















No comments:

Post a Comment